Beranda - KTNA ADAKAN MIMBAR SARESEHAN DAN REMBUG MADYA
Penyuluhan

KTNA ADAKAN MIMBAR SARESEHAN DAN REMBUG MADYA

Pangandaran, Rabu 22 Desember 2021, KTNA Kabupaten Ciamis melaksanakan Kegiatan Rembug Madya dan Mimbar Saresehan Tahun 2021, di Hotel Sinar Rahayu 4 Pangandaran.

Menurut Asep Halim, Sekretaris  KTNA Kabupatean Ciamis, “ kegiatan Sesuai AD ART  Adapun tujuan temu Dialog ini yaitu mepertemukan  KTNA dengan pemerintah Daerah, diman dalam dialog Tersebut menyampaikan usulan, masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua belah pihak dan akan di bahasa Bersama, sehingga melahirkan rekomendasi-rekomendasi” Paparnya

Acara yang dibuka oleh Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya, M.M  ini dihadiri oleh Perwakilan anggota KTNA Perwakilan tiap kecamatan se Ciamis

Dalam sambutannya,Bupati Ciamis menyampaikan beberpa Poin penting terkait Persoalan Pertanian di Ciamis

“ Kabupaten ciamis dengan luas wilayah 1.597,67 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.430.262 jiwa, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani/buruh tani, memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat memadai untuk pembangunan sektor pertanian. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan kepada pelaku pembangunan pertanian, karena sektor pertanian menjadi penyelamat ekonomi ciamis di saat pandemi covid-19, dan sebagai daerah agraris, sektor pertanian yang menyebabkan inflasi daerah ciamis terkendali, tidak seperti daerah industri” paparnya

“Dalam pembangunan pertanian di kabupaten ciamis, ada tiga hal yang menjadi tantangan kita yaitu pertama regenerasi petani; kita perlu mengarahkan dan meningkatkan peran para petani milenial di kabupaten ciamis. Dengan perubahan dan perkembangan teknologi, dibutuhkan penduduk usia muda yang masih segar dan mudah mengadopsi inovasi sehingga terjadi percepatan pembangunan pertanian.   Kedua kurangnya sarana prasarana dan teknologi yang diserap; serta  ketiga permasalahan ketersediaan air dan jaringan irigasi.

Saya berharap, melalui mimbar saresehan dan rembug madya ktna ini, bisa menghasilkan rumusan saran rekomendasi yang bisa disinergikan, dikolaborasikan dan dapat ditindaklanjuti oleh opd terkait, sehingga bisa mengoptimalkan manfaat program pertanian dan program opd pendukung lainnya, karena ktna adalah mitra pemerintah.” Jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis ,Slamet Budi Wibowo, SP, M.Si mengapresiasi Para petani yang bertahan dalam sistuasi kekurang persediaan pupuk subsidi dengan memanfaatkan limbah yang di ubah menjadi pupuk organic

“Sekarang ini petani banyak mengeluhkan makin sulit diperolehnya saprodi pertanian, khususnya pupuk subsidi yang semakin berkurang. Rencana kebijakan ke depan, petani dituntut mandiri dan petani tidak tergantung pupuk kimia. Dari hasil uji tanah yang telah dilakukan diantaranya di kecamatan lakbok dan purwadadi, semuanya di bawah standar, artinya kondisi tanah/lahan pertanian sudah kurang sehat. Solusinya dengan metode pertanian organic. Dengan organic, maka petani mandiri, dan akan menghasilkan pangan sehat.” Paparnya

Adapaun menurut Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabpaten Ciamis, Armina, STP., MP  menyampaikan keberhasilan program pemerintah di bidang pertanian sangat ditentukan oleh peran penyuluh pertanian, karena penyuluh pertanian sebagai agen perubahan dan garda terdepan penyampai informasi dan teknologi, pendamping, guru dan teman bagi para petani

“Tahun ini jumlah penyuluh pertanian yang ada di ciamis sebanyak 169 orang yang terdiri dari 57 pns, 45 pppk, dan 67 tenaga harian lepas-tenaga bantu penyuluh pertanian daerah (tenaga kontrak), yang kedepan jumlahnya semakin berkurang dengan adanya penyuluh yang pensiun sementara rekrutmen penyuluh baru yang semakin sedikit, dan tahun 2023 thl-tbppd tidak akan diperpanjang lagi kontraknya. Keberadaan ktna khususnya sebagai penyuluh pertanian swadaya (pps), tentunya kami harapkan ke depan akan semakin besar peran dan fungsinya dalam menjembatani kepentingan masyarakat petani dengan pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Ke depan kami terus berupaya membekali pps dengan wawasan, pengetahuan dan teknologi yang kekinian melalui pelatihan/bimbingan teknis, dan secara bertahap mengupayakan adanya dukungan operasional bagi pps termasuk ktna.” Pungkasnya

 

Add Comment

Click here to post a comment

Apakah anda puas dengan pelayanan kami ?
Apakah anda puas dengan pelayanan kami ?
× Helpdesk